MENJADI WONG BANTEN
ketika manusia kuno tak terduga
oleh Rendra Prasetya
Menjadi manusia di zaman sekarang penuh dengan beragam godaan yang bisa membuat manusia melakukan hal-hal yang negatif bahkan merusak diri, lingkungan, masyarakat dan negara. Tetapi saat ini dunia dikejutkan dengan kemunculan perkembangan peradaban baru yaitu perkembangan Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan, dimana banyak hal baru yang bermunculan secara teknologi komputer/internet yang menyerupai manusia.
Sementara Wong Banten sebutan orang atau manusia yang berasal dari Tanah Banten, Tanah Para Jawara yang dahulu berdiri Kesultanan Banten yang memiliki Istana, Pelabuhan Kapal Laut terbesar di Asia, Pasar Rakyat, Gedung Agung Pemerintahan, Sumber Daya Alam Palawija yang berlimpah. Banten adalah daerah khusus di ujung barat Pulau Jawa yang pada Tahun 2000 di setujui menjadi sebuah Provinsi oleh Presiden Abdurrahman Wahid dan terpisah dengan Provinsi Jawabarat.
Wong Banten adalah salah satu ciri kebanggaan sebutan masyarakat Banten yang sampai saat ini dikenal memiliki berbagai macam peguron (Perguruan Pencak Silat), seni bela diri yang terampil dan terasah ini tumbuh bak jamur dan menjadi salah satu ikon dari daerah Banten.
Yang paling mistis adalah Ilmu Kanuragan yang dimiliki oleh Banten merupakan hal yang paling istimewa. Semua "jagoan" di Indonesia sudah pastu mengakui kekhasan ilmu bela diri dan Ilmu Kanuragan yang dimiliki tanah Banten. Bahkan ada banyak tanda makam dan tempat yang asli memiliki hal mistis di ilmu silat bela diri ini. Bahkan makam karomah ulama, jawara dan pendekar Banten banyak ditemukan dan dijadikan semacam tapak lelaku bagi masyarakat Banten yang selalu mencintai tanah dan leluhurnya.
Kini pada realitas modern saat ini, Wong Banten terus bergerak, berkarya bahkan berkiprah baik itu sebagai profesi, Guru, Pegawai, Dokter, Tentara, Buruh, Ulama, Pendekar Jawara, dan sebagainya. Kesemuanya itu adalah penanda bahwa Wong Banten di era modern saat ini masih tetap ada terus berkiprah di segala lini kehidupan.
Masyarakat selalu bangga menjadi Wong Banten, apalagi menjadi sangat bermanfaat bagi sesama. Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Lebak, Pandeglang dan Tangerang Raya (Kota, Kab, Selatan) yang sampai hari ini tetap bersatu memegang teguh value Kesultanan
Banten yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilah serta kesejahteraan. Banten terlalu megah untuk dikerdilkan oleh orang-orang yang bukan berasal dari tanah Banten. Banten akan melindungi dengan seksama secara mandiri karena salah satunya adalah mengalirnya syafaat dari para Sultan Banten yang telah wafat. Beliau-beliau itulah yang mendarma bhaktikan untuk kemajuan Banten.
Jangan pernah meremehlan apalagi tidak berterima kasih pada Tanah Banten padahal anda hidup di tanah Banten, karena banyak cerita mistis nan nyata ketika ada orang atau manusia yang hidup beranak pinak namun selalu menyepelekan adat dan istiadat di Tanah Banten akhirnya hidupnya tak berguna dan selalu ditimpa masalah.
Hal ini sebenarnya selaras dengan idiom "dimana tanah dipijak disitu langit kita wajib menjunjung", yang artinya tak lain adalah dimanapun kita hidup apalagi di tanah kelahiran orang lain maka kita seyogyanya menghormati dan mengakui tanah yang kita diami itu. Karena memang banyak terjadi pendatang di tanah Banten bersikap arogan bahkan merendahkan martabat wong Banten. Ini yang akan menimbulkan segregasi sosial di tengah masyarakat Banten.
Menjadi Wong Banten itu adalah takdir dan wajib kita jaga segala harkat dan martabatnya serta marwah Kesultanan Banten, Ulama Banten dan Jawara Banten untuk kejayaan Banten masa kini dan yang akan datang.

Comments
Post a Comment